11 0rang Meninggal Dalam Longsor di Cimanggung Sumedang
bakinonline.com

Sumedang – bakinonline.com 

Hujan deras yang terjadi di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor, membuat tebing setinggi 15 meter di Dusun Bojongkondang Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung kabupaten Sumedang longsor, Sabtu (9/1/2021) sore. Akibat insiden tersebut, pertama ditemukan 4 orang dikabarkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan material tanah.

Korban meninggal sementara ditemukan diantaranya dua balita dan dua dewasa berjenis kelamin laki laki dan perempuan. Serta dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Kasi Trantib Kecamatan Cimanggung Suhanda mengatakan sedikitnya 8 rumah tertimbun longsor akibat bronjong (penahan tebing) ambrol. Material tanah itu dari perumahan SBG yang lokasinya diatas pemukiman warga.

“Untuk data korbannya masih dalam pencarian, namun dipastikan masih ada yang tertimbun,” katanya.

Sementara itu, Totoh Gojali mengatakan memang ada belasan warga tertimpa reruntuhan longsor. Namun, belum dipastikan meninggal dunia, sebab masih dalam pencarian tim Basarnas, sedangkan yang sudah terkonfirmasi ada 4 orang meninggal dunia.

“Kalau rumah ada 21 unit tertimpa. 9 dari pemukiman penduduk lokal, sisanya warga Perumahan Pondok Daun, kalau korban kurang pasti. Sebagian korban selamat diungsikan ke kantor kecamatan Cimanggung,” ujarnya.

“Ini kejadian terbesar karena menggemparkan warga. Kejadian pertama sekitar jam 15.30 Setelah asar. Ada suara gemuruh disertai longsoran tanah. Material tanah langsung mengubur bangunan rumah hingga rata dengan tanah. Kejadian kedua jam 19.45 Setelah solat isya, pas lagi mengevakuasi korban, ada lagilongsor susulan,” katanya.

Para korban masih dievakuasi, dan petugas juga Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo datang ke lokasi untuk memastikan berapa korban jiwa dalam insiden tersebut. Bahkan terjadi longsor susulan sekira jam 19.45 WIB saat Kapolres dan beberapa pejabat TNI datang di lokasi kejadian.

Pencarian terus dilakukan hingga larun malam dan ditemukan banyak korban dalam keadaan meninggal dunia. Kepala SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan masih ada sejumlah orang yang dicari karena diduga masih tertimbun tanah longsoran.

“Korban yang tertimbun material longsor di Desa Cihanjuang sejumlah 22 orang yang terdiri dari tiga orang selamat, 11 dalam keadaan meninggal dunia, dan delapan orang masih dalam pencarian akibat longsor,” kata Deden dalam keterangannya diterima di Bandung, Minggu.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 15.30 WIB ketika wilayah tersebut sedang dilanda hujan. Kemudian longsor susulan terjadi pada pukul 19.00 WIB.

Adapun dari peristiwa longsor kedua itu juga membuat bertambahnya korban meninggal dunia. Proses pendataan pun masih terus dilakukan.

Dalam pencarian dilakukan hingga pukul 01.22 WIB, Minggu. Namun proses pencarian itu dihentikan sementara karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.

Sementara, di tempat terpisah tepatnya di Dusun Calamkuning Desa Cisempur Kecamatan Jatinangor longsor menimpa 4 rumah akibat pembangunan perumahan diatas bukit.

Camat Jatinangor Herry Dewantara, mengatakan peristiwa longsor lumpur yang menutupi jalan Letda Lukito Desa Cisempur terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (9/1/2021).

“Setelah itu, warga setempat bersama aparat terkait seperti TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan lainnya langsung melakukan pembersihan jalan yang tertutup material longsoran,” ujar Herry.

Menurut Herry, sedikitnya ada 4 rumah warga terdampak akibat material longsoran. Material lumpur yang menutupi jalan tak kurang dari 20 meter sehingga, akses jalan tidak bisa dilintasi.

(yuyup/jurn.bkn/d)